Archives
Piala dunia 1994 di AS adalah pertama kalinya aku menonton sepakbola, saat Brazil bertemu Italia di final.
ketika itu orang-orang membicarakan Romario-Bebeto di Brazil dan Roberto Baggio di Italia.
Aku yang saat itu belum genap 10 tahun hanya melihat satu sosok di kiri pertahanan Italia, Paolo Maldini.
Ketika era Romario-Bebeto dan Roberto Baggio habis dan digantikan era Zinedine Zidane dan Ronaldo, aku masih melihat Paolo Maldini.
lalu era Zinedine Zidane dan Ronaldo habis, digantikan era Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Lionel Messi, aku masih tetap melihat Paolo Maldini.
Paolo Maldini
Melihat Maldini bermain selalu menyenangkan.
Tackling yang bersih, kuat, dan pintar membaca situasi..
Seorang pemain yang jadi role model untuk pemain belakang sekarang.
Pantaslah di umur 40 tahun dia masih ada di garis pertahanan Milan, ini bukan soal fisik tapi soal kharisma.
Semua penyerang hebat akan berpikir 1000 kali untuk berhadapan dengan Maldini.
Selama 24 tahun, dia berseragam AC Milan..
Pemain-pemain hebat datang dan pergi dari Milan, tapi Maldini tetap di Milan.
Maldini adalah simbol dari dekade-dekade kejayaan AC Milan..
Tak pernah sekali pun ia berniat pindah klub, bahkan kendati banyak klub dulu bersedia menggajinya dengan angka yang sungguh menggoda. Ia juga jarang sekali digosipkan, jarang tertangkap tangan mabuk-mabukan, bahkan kendati ia sebenarnya seorang DJ. Nyaris tak pernah ia berpaling pada perempuan selain istrinya, bahkan walaupun ia seorang model yang pernah membuat seorang Giorgio Armani frustasi. Ia fokus, selalu fokus, pada karirnya sebagai pemain bola, dengan berlatih dan berlatih. Seluruh hidupnya hanya untuk itu.
Maldini adalah pemain dengan sederet prestasi yang sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya sebagai legenda. Ia sudah 7 kali juara Liga Italia, 5 kali juara Liga Champions, 1 satu juara Copa Italia, 5 kali juara Super Copa Italia, 2 kali Piala Toyota (Piala Interkontinental), 1 kali juara dunia antar klub. Sudah lebih dari seribu pertandingan dijalani sebagai pemain profesional, baik di level klub maupun tim nasional.
Mungkin hanya satu yang belum dia capai, yaitu berprestasi untuk negaranya. Tapi Maldini tetap seorang legenda..
Maka pertandingan tadi malam terasa sangat emosional untuk Maldini bahkan untuk penggemar sepakbola.
Ya, 80 ribu penonton yang datang ke San Siro dan jutaan pasang mata yang menonton di layar kaca mengerti, mereka akan kehilangan 'seseorang'.
Sosok seorang gladiator yang hanya bermain untuk sepakbola.
Pertandingan terakhir Maldini..
Sedikit kecewa karena AC Milan memberikan kado kekalahan.
Walaupun ultras (fans garis kerasnya Milan) bereaksi sedikit kontroversial, tapi itu hanya percikan kecil yang tidak akan menutupi kegemilangan Maldini.
Jadi sangat pantas kalo akhirnya AC Milan memberikan penghargaan buat maldini..
Kostum nomor 3 sang legenda akan diistirahatkan seperti kostum nomor 6-nya Franco Baresi.
Mulai sekarang kita tidak akan pernah melihat seorang pemain AC Milan yang memakai nomor 3.
Karena nomor 3 adalah Maldini.
20 Januari 1985 seorang remaja memulai karirnya.
24 Mei 2009 seorang legenda menutup karir sepakbolanya.
arrivederci, Maldini..Kamu mungkin tidak akan pernah lagi membicarakan sepakbola, tapi sepakbola akan terus membicarakanmu.
sumber diambil dari sini
kau yang disana..
Dengan segala keterbatasanmu..
Kenapa kau begitu jauh dariku..
Apa yang kau banggakan dari dirimu..
Hey, kau yang sedang tertidur...
Buka matamu, apakah yang kuberikan belum cukup untukmu...
Lalu kenapa kau masih merusak warisanku..
Apa kau ingin adu kekuatan denganku..
Hai kau, yang lagi bosan..
Apakah kau merasa segala yang kau tahu itu pantas membuatmu jadi orang sombong...
Lalu mengecilkan semua yang di sekitarmu..
Sehingga kau pantas untuk berdebat denganku...
Oh, jika saja kau bukan cintanya kekasihku...
Sudah kukirimkan banjir Nuh untukmu...
Akan kubalikkan dirimu seperti Kaum Luth..
Sudah kuhancurkan semua yang kau pikir jadi pelindung tulang-tulang rapuhmu..
Kau... iya kau...
kau selalu kupanggil untuk datang ke rumahku...
Kurang sayang apa aku ini, setiap hari kau kusapa..
Lalu pernahkah kau datang dengan tulus, hanya untuk bertemu denganku...
Kau hanya datang ketika kau membutuhkanku..
Saat semuanya tidak bisa kau selesaikan sendiri...
Lalu dengan begitu egoisnya, kau memintaku untuk menyelesaikannya..
Apakah aku pembantumu, yang bisa kau suruh-suruh seenaknya..
lalu ketika aku menunda untuk membantumu..
Kau menyalahkanku, menyudutkanku bahkan kau menilaiku...
Siapa kau ini, berani tawar menawar denganku..
Apakah kau pikir kita sedang berdagang...
Setelah semua yang kau lakukan padaku...
Aku tetap menjagamu seperti apa yang dilakukan kekasihku..
Karena aku terlanjur cinta pada kekasihku...
Dan kau adalah cintanya kekasihku..
Jadi bagaimana maumu sekarang...
Belum cukupkah setiap hari kau kupersaksikan dengan keajaibanku..
Terlalu kecilkah nikmat yang kuberikan hingga kau meminta lebih..
Apakah janjiku tidak bisa kau percayai..
Akulah pemilik hidupmu..
Akulah pengingat masa lalumu...
Akulah arsitek masa depanmu..
Akulah teman sehatimu...
Akulah penerima pesan pertama kesenanganmu..
Akulah pemberhentian terakhir tangisanmu...
Aku hanya ingin kau di dekatku..
Cukup hanya dengan menyapaku, bercerita tentang segala hal..
Aku sedang tidak marah padamu..
Justru karena aku terlalu cinta padamu...
Seorang gadis kecil berumur 8 tahun bertanya pada ayahnya...
"Ayah, politik itu apa sih...?"
"Memang kenapa nak..?
"Soalnya, akhir-akhir ini beritanya tentang politik melulu. Aku kan bingung yah.., mang itu apa sih..?"
Si ayah bingung untuk menjawab, tapi yang sebetulnya juga tidak paham arti politik (seperti kebanyakan ayah-ayah yang lain.. hehehe) memutuskan untuk tetap menjaga wibawanya di depan anaknya..
"Begini saja nak, kita ibaratkan politik itu seperti keluarga kita.."
"Ayah itu kepala keluarga, yang nyari duit, berarti yang punya duit.
Kita sebut kapitalisme"
"Ibumu itu yang ngurusin duit dan yang ngurusin kalian.
Kita sebut pemerintah"
"Kamu itu yang kita urusin. Kita sebut kamu rakyat"
"Tu adekmu yang masih bayi. Kita sebut dia masa depan"
"Di rumah kita juga ada bik Ijah sebagai pembantu.
Kita sebut dia kaum pekerja"
"Sampai disini apakah kamu paham nak..?" si ayah bertanya.
"Kalo sampai sini aku ngerti yah, tapi bisakah kita lanjutkan besok, soalnya aku udah ngantuk.."
"Baiklah besok pagi kita lanjutkan, tidurlah ke kamarmu.." si ayah berkata sambil berharap anaknya lupa keesokan harinya.. hehehehe
Tengah malam, si gadis kecil terbangun ketika mendengar suara tangisan adiknya. Dia bingung apa yang harus dia lakukan. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamar orangtuanya untuk membangunkan ibunya.
"Ibu, bangun... adik nangis tu.."
Yang terdengar hanyalah suara dengkur ibunya. Sampai usaha yang kesekian, ibunya tetap tidak bangun dan akhirnya si gadis kecil pergi meninggalkan kamar orangtuanya.
"lho, ayah kemana...?" dia bingung karena ayahnya tidak ada di kamar.
Akhirnya dia pergi ke kamar bik ijah, tetapi sampai disana pintu kamar bik ijah terkunci..
Si gadis kecil mengintip dari jendela..
"Lho, kenapa ayah ada di kamar bik ijah...?"
Akhirnya si gadis kecil memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya..Kebenaran bukanlah kenyataan -Dewa 19-
Keesokan paginya, di ruang makan..
"Ayah, aku sudah tau apa itu politik.."
"Apa itu nak...?"
"Ketika rakyat membutuhkan bantuan pemerintah untuk memperbaiki masa depan, pemerintah tidur. Sedangkan kapitalisme sibuk mengerjai kaum pekerja.."
"Hah..."
(dikutip dari Noe Letto ketika seseorang bertanya padanya tentang arti politik di acara maiyah Cak Nun)
17 Mei 2009
Mocopat Syafaat, Kasihan, Bantul.
Asli, pas ini, aku ngakak beneran, kenceng banget..
komedi satir negeri ini.. joke yang sangat cerdas.. :)

Jum'at malam, aku menerima telepon dari seorang teman..
"Hari minggu ada acara gak..?
"Gak ada... kenapa..?"
"Mau ikutan rafting gak, kita kekurangan orang nih..."
Rafting..
Kedengarannya menarik, lagian aku juga udah lama gak "keluar sarang" atau dalam istilahku, wisata alam.
Walaupun sebenarnya aku lebih senang ke gunung, tapi rafting juga kayaknya menyenangkan (karena ini pertama kali aku rafting... hehehe).
Tanpa pikir panjang, aku langsung mengiyakan ajakan tersebut.
"Hmm... ok.. dimana?"
"Elo, Magelang, berangkatnya sabtu sore.."
"Sip, ntar kabarin lagi ya.."
"Ok deh.. ntar dikabarin lagi.."
cobalah bermain-main dengan rasa takutmu, dan kau akan sadar ternyata ketakutan itu hanya ada dalam pikiranmu.
Jadilah weeked ini aku habiskan untuk ikut rafting, yang tidak kuketahui adalah rafting yang kuikuti adalah rafting "beneran", bukan hanya fun rafting. Rafting disini tidak hanya sekedar dayung-mendayung, tapi juga diajari teknik mendayung, mengenal arus, cara mengapung yang baik, bagaimana melewati arus, membalikkan perahu, naik ke perahu setelah jatuh dan semuanya disimulasikan...!!!
Sabtu malamnya, kita dikasih materi tentang itu semua dan aku sukses melewatkannya...!!!
(sial... kalo aku tau bakalan begini, gak akan kulewatkan tu materi... arggh..)
Sebetulnya sabtu sore kita udah janjian untuk berangkat bareng ma anak2 yang lain..
Tapi temanku dengan teganya mengajakku untuk menyusul saja, karena dia ingin nonton bola dulu..
"Eh, kita ntar malam aja berangkatnya, nonton bola dulu, sayang banget kalo pesta juara MU dilewatkan.."
"Pesta juara MU....??? hello my friend... kamu kan tau sejak jaman bahula aku adalah pendukung Liverpool, sejak kpn aku jd simpatisan MU.. lagian ntar malam ada materi buat besok"
"Alah... paling materinya cuma gitu-gitu doank.."
"Ya iyalah materinya cuma gitu-gitu doank. kamu enak dah pernah ikut, lah aku kan baru pertama..."
"Udah nyantai aja, ntar kita ngabarin anak2 kalo kita nyusul. Tenang aja di boncengan.."
"Ya udah, atur aja deh.. "
Huh.. beginilah nasib kalo jadi orang nebeng...
Dan benar saja, MU jadi juara liga Inggris dan sepanjang perjalanan, MU menjadi hot topik..
(Okay.. MU boleh juara musim ini, tapi jangan ngeremehin Liverpool donk.. panas nih...!!! )
Buat pendukung MU... ayo sini, kutantangin main PS..!! ada yang berani...? (kesal mode = on)
Dan lihat saja kau MU, di final liga champion aku akan berubah menjadi pendukung Barcelona... hahahaha (masih kesal mode = on) :P
Akhirnya aku cuma bisa tanya sana sini tentang materinya..
"Wes nyantai aja..kuncinya simpel, kalo tanganmu yang pegel, berarti cara dayungmu salah. kalo pinggangmu yang pegel, berarti cara dayungnya bener.. dan kalo dah di lapangan, hanya satu kata, teamwork..!!" begitulah saran seorang teman..
Raftingnya sendiri berjalan lancar, sangat menyenangkan mengetahui materi-materi itu berguna di lapangan..
Karena ada simulasi, waktunya jadi lebih lama, hampir 4 jam kita rafting dan itu melelahkan tapi senang.. hehehehe
Oiya, aku bawa oleh-oleh dari tu rafting...
Sebuah luka sobek akibat dengkulku berciuman dengan batu.. huhuhu
Gara-gara ingin mendapatkan foto yang keren, aku bela-belain untuk renang jeram sambil berpose..
(kerjamu bagus anak muda, bekas luka itu tidak akan hilang sampai kau tua... huaahh...)
Telusuri Jejak..
the music is all around this, all you have to do is listen.. -august rush-
Hampir sepanjang hari ini aku mendengarkan musik orkestra..
Tidak tahu kenapa, bukan disengaja juga..
Aku sebenarnya bukan penggemar orkestra ataupun musik klasik..
Aku bahkan tidak paham tentang orkestra (jadi maafkan aku kalo defenisi tulisannya banyak yang salah maksud.. hehehe)
Ada yang bilang musik seperti ini terlalu berat, bukan buat anak muda dan sangat susah untuk menyukainya..
hmm...
Kejadian pertama adalah pagi, waktu aku menyalakan komputer dan memutar winamp.
Kebiasaanku yang memasukkan semua list lagu dan klik suffle akhirnya membawaku ke lagu Mark Marcina, soundtrack-nya August Rush (itu lagu pertama yang terputar di winampku).
"musiknya asyik..." gumamku dalam hati dan akhirnya kuputar lagi sampai 3 kali.. :)
Siangnya, aku ingin nyantai sambil nonton, lalu kuputuskan untuk menonton serial Korea yang judulnya Beethoven Virus (rekomendasi dari teman) dan guess what...??
Dari judulnya saja sudah kelihatan kalau ini adalah drama musikal, tapi tidak kusangka sekeren ini dan aku langsung jatuh cinta ma ni drama. (gambarnya aja dari serial tsb.) :)
Sialnya aku baru dikasih sampe episode 9 dari 18 episode (tanggung banget..)
"aku harus nonton sampe tamat..." janjiku dalam hati dan sekarang baru nonton sampai yang ke-4.
*update : aku dah tamat nontonnya... keren gila, palagi konser terakhirnya. yg jadi konduktor kang mae pantas deh dpt award.. haha *
Malamnya, aku dan teman kos janjian makan di luar.
Sambil nungguin teman yang lagi mandi, aku nonton tv.
Lalu muncullah orkestra di salah satu stasiun tv.. (tapi kok pake baju parpol...) :))
Ternyata... eh ternyata, itu adalah orkestra pengiring deklarasi SBY Berbudi.
Pertama cuma pengen liat orkestranya, akhirnya malah keterusan sampe liat acaranya.. :)
(makan malam tertunda satu jam.. hahaha)
Di tempat makan (lesehan lebih tepatnya), sambil nungguin makanan datang banyak berseliweran pengamen-pengamen dan itu sudah biasa.
Tapi pas sekali ini, ada pengamen yang bawa biola dan dia maininnya asyik banget...
Walaupun bukan orkestra klasik, tapi penampilannya sukses membuatku tidak menjamah makananku sampai dia selesai perform.. (gokil banget tu orang..) hehehe
Apakah aku mulai menyukai musik seperti itu..?
Mungkin saja...
Dan tidak ada yang salah.. (berarti telingaku membaik.. ) huhuhu
Tapi yang pasti, hari ini aku lagi senang denger gesekan biola, terserah itu musik klasik atau bukan..
(ini aja nulis sambil denger Bond..)
Telusuri Jejak..
